Saturday, August 29, 2009

SECANGKIR KOPI PAHIT

by rufadi islah
adi.islah@gmail.com




Cerita tentang alim ulama yang mahir dalam berjudi karena dulunya mantan penjudi kelas kakap.

Aku juga seorang penjudi namun tidak suka mabuk, dan judi adalah hobiku sampai-sampai aku tak rela meninggalkan perbuatan itu, namun kata orang maksiat on sholatpun on, itu dulu sekarang akupun tersadar atas perilakuku yang aniaya diri ini.

Suatu ketika aku diajak oleh seorang tetangga rumahku, ternyata aku diajak tak lebih adalah main judi dan mabukpun jadi hidangannya.

Mereka sangat sopan denganku dan merekapun memberikan sebuah tempat yang khusus buatku, dan memberikan segepok uang yang kata mereka sebagai uang hutang, kupikir tidak apa-apa toh kemungkinan menang itu pasti ada.

Ternyata ALLAH SWT memberiku rezeki yang banyak berupa kemenangan yang tidak pernah kalah, sekalipun tidak pernah kalah.

Mereka terheran-heran dengan kemenanganku, sampai-sampai mereka semua pada tidak percaya, hingga akhirnya salah satu dari mereka berani bertanya kepadaku,
“Jurus apa yang anda gunakan kok selalu menang”, tanya mereka.
“Sederhana, jurusnya mudah sekali, sederhana, dan tak repot-repot amat, dan harus dilakukan dengan hati yang bersih, mau belajar”, jawabku.

Mereka terheran-heran dengan kata-kataku, saking senangnya mendengar tips dariku, mereka kompak untuk mempelajari hal apakah yang membuat dariku selalu membuatku menang.

Kusuruh mereka untuk berjanji untuk selalu yakin dan percaya sama saya, sehingga mudah untukku menularkan sebuah ilmu untuk mereka.

Mereka sudah yakin 100%, dan mudah bagiku untuk memberikan sebuah langkah-langkah yang telah aku siapkan dari rumah sebelumnya.

Kuminta mereka untuk yakin, kalau tidak yakin harap pulang saja. ternyata mereka yakin semua,
“Alhamdulillah,” ucap dalam batin hatiku.

Pertama mari kita pergi dari ruangan yang kotor dan payah ini, dan mereka pun menuruti permintanku ini, kita tinggalkan botol yang berserakan ini.

Kedua, tolong ambilkan aku satu atau lebih ember air yang bersih, jernih, dan tidak najis. Tolong taruh di atas dan bagian bawah embernya dilubangi, dan mereka pun menuruti permintaanku juga, tanpa bertanya sedikitpun.

Kuminta mereka untuk menuruti segala apa yang aku perbuat, dari mulai membasuh kedua muka sampai membasuh kedua kaki, dengan alasan biar ilmu itu tidak sulit untuk di pelajari, merekapun menuruti semua langkah-langkah yang aku ajarkan sebelumnya.

Setelah itu kita menghadap kiblat guna meminta kepada ALLAH SWT supaya ilmu itu tidak ada ganguan sedikitpun, mereka mulai terheran-heran dengan permintaan yang satu ini, dan kuyakinkan kepada mereka, kalau tidak mau mahir dalam berjudi silahkan pulang saja, dengan tutur halusku.

Akhirnya mereka ikut juga dengan permintaanku itu, sampai pada takhiat akhir, dengan dua rakaat, berupa sholat taubat.

“Akhirnya sudah selesai kutularkan ilmu itu kepada kalian semuanya, sekarang kalian sudah mahir, aku sudah memberikan semua kecuali satu prakataku yang terakhir sebelum kalian berjudi lagi,” jelasku pada semua orang.

“Prakata apa yang ingin kauucapkan, cepat ini sudah tidak sabar aku mau main judi lagi,” salah satu orang bicara lantang.

“Aku memberikan prasyarat lagi, jangan ada yang berisik, dan tolong diam semuanya, silahkan untuk kalian yang mau menangis bebas untuk kalian lakukan, tapi jangan berisik,” Pintaku tegas.

“Ayo cepat sudah tidak sabar aku,” pinta salah satu orang.

“Kujelaskan tentang apa yang telah kita lakukan, kita telah melakukan shalat taubat, yang berarti shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat ingin bertobat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Shalat taubat dilaksanakan dua raka’at.

Dari Ali bin Abi Thalib r.a ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‘Tidaklah seseorang melakukan dosa kemudian ia bersuci (berwudhu) dan shalat lalu minta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya itu, beliau lalu membacakan firman Allah (QS. Ali Imran 135).’” (HR. at-Tirmidzi, Abi Dawud dan dihasankan oleh al-Albani)

sekarang aku bertanya apakah kalian sudah tidak mempunyai hati bersih untuk berpikir bahwa apa yang kalian lakukan adalah merugikan bagi diri sendiri yang menyia-yiakan waktu bekerja hanya untuk berjudi dan mabuk-mabukan, sehingga membuat keluarga kalian terlantar, istri tidak bisa berbelanja akibatnya anak kalian tidak bisa makan serta pembayaran SPP buat sekolah merekapun kalian ambil, camkan untuk semua yang hadir disini, apakah kalian sudah tidak mempunyai hati untuk berlaku yang baik kepada masyarakat, berapa banyak orang kehilangan gara-gara kalian sering mencuri barang milik mereka sebagai bahan taruhan, kasihan mereka beternak beberapa bulan setelah besar kalain buat pesta poro, coba kalian ingat itu, apakah kalian sudah berani mati terus menjumpai neraka, apakah kalian kuat dengan api neraka yang menyala abadi itu, mungkin kalian ingin pergi kesana, silahkan bagi kalian teruskan untuk selalu berjudi, selalu mencuri baik itu uang keluarga maupun harta masyaraat,” jelasku tegas.

Salah satu orang merasa bahwa dirinya bersalah maka meledaklah tangisan mereka satu persatu, dan tak sanggup mereka berkata-kata lagi.

Tadi kalian sudah shalat dua rakaat yang bernama shalat taubah, yang insyaallah ada kegunaannya antara lain: kalian harus (1). berhenti dari kesalahan atau dosa yang telah diperbuat. Syarat pertama ini akan terwujud dengan sikap tegas kita dalam usaha untuk tidak mengulangi kesalahan atau dosa yang telah diperbuat. Masih memberikan toleransi atau berhubungan dengan kemaksiatan berarti sikap mendua yang pada akhirnya akan memberikan jalan bagi setan untuk kesekian kalinya kita terjerumus. Lingkungan pergaulan akan sangat berperan dalam memberikan arti keberhasilan seseorang untuk bertaubat. (2) menyesali atas perbuatan yang telah dilakukan baik lisan maupun hati sesuai dengan firman Allah, “Keduanya berkata: “Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.(QS. Al-A’raf : 23). Tidak menangguhkan taubat adalah salah satu bentuk dari aplikasi penyesalan. (3) niat bersungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan salah dan dosa lagi. Niat inilah diantara cirri-ciri yang terdapat pada seseorang yang serius untuk kembali ke jalan-Nya. Ha itu akan membuat kita akan terjaga dari kejatuhan kembali di tempat yang sama. (4) menyelesaikan urusan dengan orang yang pernah dizhalimi. Syarat ini apabila kesalahan dan dosa yang dilakukan menyangkut hak dan kehormatan orang lain. Misalnya jika kita telah mengambil barang orang lain, kita harus segera mengembalikannya. Atau, bila kita telah merendahkan, menghina atau menyakiti seseorang tentunya harus segera meminta maaf.

Camkan itu untuk semua orang yang hadir disini, dan maafku bila terlalu kasar kepada kalian semua, terserah kalian mau berjudi lagi atau tidak terserah kalian, aku cuma bisa berdo’a semoga kalian di beri hidayah oleh ALLAH SWT, di bukakan pintu hati kalian, terbuka terhadap kebenaran islam.

Sekarang pulanglah minta maaf kepada kedua orang tuamu yang masih hidup serta keluarga serta anakmu, dan juga meminta maaflah kalian kepada penduduk yang telah kalian aniaya.

*cerita dari salah satu yang pernah kubaca (namun aku lupa dari buku apa, dan sumber-sumber situs islam lainnya): (1).http://istiqom4h.wordpress.com/2008/10/17/shalat-taubat/ (2) http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat_Taubat.

**terimakasihku untuk berbagi ilmu dan mohon maaf kalau ada kesalahan redaksi dariku.

Wednesday, August 19, 2009

SEMANGAT KEBERSAMAAN DALAM AKSI

Team Display PPA, Tapak Suci Putera Muhammadiyah Unit 003, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Selasa, 18 Agustus 2009.
by Rufadi Islah
adi.islah@gmail.com



Pada hari selasa tanggal 18 Agustus 2009, dengan semangat kebersamaan, kita semua melakukan aksi guna untuk membagi keahlian kami untuk menarik teman-teman yang mau berpartisipasi dalam kancah Pencak Silat, Tapak Suci Putera Muhammadiyah Unit 003 Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Dalam acara, PEMBUKAAN, Pengenalan Program Akademik (PPA), Tahun Akademik 2009-201, maka Display Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Unit 003, dimulai dengan rasa percaya diri kami, akibat pembekalan dan latihan yang cukup, maka kami berteam menunjukkan kebolehan kami dalam acara PPA tersebut.

"Rasa grogi membayangi setiap langkah dari sebelum dimulainya pertunjukan jantungpun berdebar-debar terutama di saat malam hari menjelang pertunjukan, kami sulit untuk tidur hanya untuk memikirkan tentang pertunjukan besok yang akan kami lalui, apakah ada kesalahan atau kealpaan akibat kami salah atau lupa dalam salah satu gerakan yang telah dilatih bersama sebelumnya, ungkap Doni, Agung, Sumadi, dan Adit kompak saat berbincang-bincang di Stan Tapak Suci.

Kepercayaan diripun timbul akibat dari rasa percaya diri kami untuk menunjukkan dan menampilkan ketrampilan kami dalam olah seni Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Unit 003.

Kami selaku anggota Tapak Suci Putera Muhammadiyah merasa yakin akan mendapatkan hasil yang maksimal dari kerja kami untuk menarik simpati teman-teman mahasiswa baru yang akan berkiprah dalam Bela Diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah Unit 003 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Semoga kita dapat mempererat persaudaraan dan juga mari kita merahkan UMS dengan Tapak Suci.

Nama-nama Team Display PPA UMS:

Surya Wicaksono (Moderator),
Adib Nugroho (Motivator Team I),
Muhammad Mukhlis (Team Penampilan Latihan Samsak dan Bela Diri saat Keroyokan),
Rufadi Islah (Photografer dan Video),
Nurul Islah Amrullah (Photografer),
Sumadi (Team Latihan Samsak dan Bela Diri saat Keroyokan),
Ali Sarwono (Team Latihan Samsak dan Bela Diri saat Keroyokan),
Tugiman (Team Seni Beregu Putera),
Nashrul Fuadi (Team Seni Beregu Putera),
Agung Kurnianto (Team Latihan Samsak dan Bela Diri saat Keroyokan),
Doni Priyadono (Team Latihan Samsak dan Bela Diri saat Keroyokan),
Aditya Wahyu Pratjanto (Team Latihan Samsak dan Bela Diri saat Keroyokan),
Ahmad Muntaha (Motivator Team II),
Fitria Widyastuti (Team Seni Beregu Puteri, Jurus Rangkaian Katak),
Endang Sholeha (Team Seni Beregu Puteri, Jurus Rangkaian Katak).


BERIKUT ADALAH KENANGAN-KENANGAN ABADI BAGI KEBERSAMAAN KAMI YANG ERAT:















Monday, August 17, 2009

INDONESIAKU TERSENYUM; TANAH AIR TUMPAH DARAHKU by RUFADI ISLAH

adi.islah@gmail.com



Negara Indonesia sudah merdeka atas tangan rakyat yang direbut dari penjajahan yang ada saat itu, 64 tahun lalu tepat pada tanggal 17 agustus 1945.

Negaraku hari ini berbahagia, karena hari ini negaraku merayakan kebebasan yang sejati dan disambut hangat oleh semua kalangan rakyat dengan mengibarkan bendera merah putih disepanjang jalan.

Hari ini negaraku merayakan kebebasannya yang tentu saja telah kita nikmati dan kita hadapi sekarang ini,

Hari ini Negara kita bersuka ria, banyak orang yang keluar rumah guna memasang bendera merah putih dan kita merayakan dengan permainan rakyat yang telah mengakar dalam jiwa diri kita.

Hari ini Negara kita juga meneteskan air matanya oleh sebab begitu banyaknya rakyat yang merayakan, bersuka cita, bergembira dengan berbagai acara yang memeriahkan.

Hari ini kita juga ikut tersenyum dengan senyum kebebasan tanpa tekanan dari penjajar Republik Indnesia yang tak dapat kita punya sebelum hari kemerdekaan Indonesia dulu.

Kita rakyat yang ikut berbahagia sekarang, dan lebih menikmati dari pada para pejuang yang telah gugur membela tanah air yang menuju kepada tatanan yang bebas dan bertanggung jawab dalam naungan Negara Indonesia berasaskan pancasila dan berdasarkan atas UUD 1945 yang berdaulat adil dan makmur.

Sudah 64 tahun negaraku mengibarkan bendera sang saka “merah putih” yang mengibarkan keharuman dikancah dunia, mengharumkan atas nama rakyat Indonesia, membuat diri kita bangga bahwa kita mempunyai Negara yang merdeka, tanpa campr tangan dari pihak asing dalam meraih kemerdekaan Negara Indonesia, tentu membuat bangga diri kita untuk selalu mencintai tanah tumpah darah kita yang tercinta ini.

Ibu pertiwi akan merasa bangga jikalau Negara tumpah darah kita berdiri ini, dapat memberikan kenyamanan dan membantu membuat negara yang adil dan makmur sesuai dengan jati diri bangsa yang gemah ripah loh ginawi, dengan keringat dan darah para putera bangsa.

Aku merasa bahwa kita dapat menikmati kemerdekaan ini, akibat dari cucuran darah serta air mata para pahlawan kita yang telah membela dan mampu merebut dari para penjajah bangsa yang dikala itu sangat menyiksa para rakyat Indonesia yang paham akan nilai-nilai kemerdekaan sejati.

Terimakasihku kuhaturkan bagi ALLAH SWT yang memberikan kemerdekaan yang sejati ini, dan Nabi besar Muhammad SWA yang mengajarkan kebebasan untuk menciptakan kekuasaan (Negara) yang damai dan tenteram sesuai dengan kaidah-kaidah agama yang benar (islam), dan tentu saja bagi para Pahlawan yang berjuang demi tegaknya Indonesia merdeka.

SELAMAT UNTUK BUMI PERTIWI KITA YANG KE-64 SEMOGA KITA MAMPU DAN BISA MEMBERIKAN YANG TERBAIK BAGI KEDAULATAN DAN KEMAJUAN BANGSA YANG ADIL DAN MAKMUR.

Sunday, August 16, 2009

SEKUAT TENAGAKU, DAN LANGKAH KEBEBASANKU, DENGAN PAKAIAN KEBESARAN UMS

by RUFADI ISLAH
adi.islah@gmail.com


Alhamdulillah sekiranya kuhaturkan banyak-banyak persembahan terimakasih untuk penguasa alam raya, ALLAH SWT yang memberikan banyak sekali nikmat-nikmat dan rezeki-rezeki yang mengantarkanku kepada ilmu dunia yang ingin kuarunggi, dan tentu saja Nabi Besar kita; Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan kita sebagai manusia perilaku yang haq dan terpuji untuk kita tiru karena kita termasuk umatnya, dan kelak kita nantikan safa’atnya kelak diakhir jaman, dan tak lupa juga untuk kedua orang tuaku Ahmad Ridlwan, S.Pd dan Nur Utami yang selama ini telah memberikanku dorongan-dorongan untuk menjadi pemimpin baik itu bagi diriku sendiri maupun untuk orang lain, serta teman-temanku yang telah menemaniku dalam menempuh hijrahku menuntut ilmu dikota besar SURAKARTA, SOLO yang selalu “Berseri” (bersih, sehat, rapi dan indah) tuk dinikmati oleh setiap tamu yang datang termasuk diriku ini yang telah menyelesaikan studi Strata 1. Serta buat teman-temanku yang mungkin secara tidak sengaja menjadi lawan bagiku, maafku segala kesalahanku karena kurangku menjaga lidah yang selalu memberikan kalimat yang kasar kepadamu, bukan maksudku untuk mencela, mungkin inilah sifatku yang tidak baik itu, selalu mencari lawan, bukan musuh.

Tak terasa sudah lima tahun aku berkutat dalam banyaknya materi yang harus aku nikmati dan harus aku selami setiap harinya. Lima tahun itu kulakukan SEKUAT TENAGAKU untuk berupaya dan memaksimalkan daya tenagaku, namun waktu lima tahun itu terasa sangat singkat bila kita lebih aktif dalam semua aktifitas kampus, ya disinilah lima tahun aku berkutat dengan teori-teori yang membangun sebuah ilmu dengan memakan makanan setiap hari berupa buku pegangan, banyaknya materi yang sudah aku kenali, mulai dari teori dari pencetus ilmu dalam negeri sampai pada pencetus ilmu luar negeri pun sudah aku dalami, ya itupun mungkin hanya sedikit, tapi kurasakan sudah cukup membuat kepalaku pusing.

Sesudahnya sekarang aku harus berpikiran lebih aktif lagi untuk menyongsong masa depanku untuk menuju kepada masa depan yang lebih baik dari keadaan sekarang. Masih banyak hal yang ingin aku lakukan namun terasa berat hati ini, mungkin kurangnya kepercayaan diri dari ku ini, padahal sudah aku berlatih dalam sebuah naungan organisasi kampus yang berlabel Pencak Silat TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH UNIT 003 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA, mulai dari aktifitas menjadi anggota yang mempunyai jabatan sebagai anggota bidang IV yang mengurusi masalah “Pemberdayaan Sumber Dana” dan hanya berkisar 4 bulan aku berkecimpung dalam organisasi tersebut, aku langsung diangkat menjadi Koordinator Departeman (co. dept 4) yang bukan karena prestasiku yang membanggakan aku diangkat, namun atas dasar kekosongan pengurus akibat dari ketidak aktifan anggota lain sehingga anggota tersebut mengundurkan diri dari pengurus. Dan masih banyak lagi kiprahku di HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan Bhs. Inggris Bidang 5) yang hanya menjadi anggota seksi perlengkapan, yang menurutku jabatan terendah adalah seksi perlengkapan, juga pernahku mencari ilmu di Tapak Suci sampai menjadi bendahara, sekretaris, dan juga sampai ketua panitia pun aku jalani, tapi kok ya masih grogi ya menghadapi dunia luar yang kata orang lebih keras, dan juga menjadi ketua panitia pun di Tapak suci aku yang selalu menjalani, karena aku hanya seorang laki-laki yang selalu ikut dalam rapat pengurus, sehingga secara tidak langsung aku yang menjadi ketua panitia, karena ketua panitia seorang laki-laki untuk memudahkan jalannya jalannya koordinasi kepanitiaan.

Alhamdulillah akhirnya baju kebesaranpun telah aku kenakan sehingga menjadikan tersenyumnya orang tuaku, yang lebih pantas untukku persembahkan bagi mereka yang hanya berupa secarik kertas ijazah ini, pikirku dalam hati belum cukupku berbakti kepada orang tua yang telah membiayai berpuluh-puluh, beratus-ratus, beribu-ribu, sampai tangan dan otakku tak mampu untuk menghitung lagi dan juga kasih sayang yang telah diberikan kepada anak satu-satunya ini.

Secarik kertas ijazah Program Sarjana Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini telah memberikan sebuah nama baru yaitu RUFADI ISLAH, S.Pd.

Ahh,…………. suatu kebanggan yang mungkin itu bukan semata harus disombongkan akan tetapi berat tanggung jawab dipundakku yang telah menanti untuk kuhadapi dikemudian hari, akan kuharumkan dan kujaga nama baik almamaterku, akan kujaga nama baik kedua orang tuaku dengan ilmuku, dan akan kujaga semua tingkah lakuku dengan kekuatanku yang hanya terbatas ini.


Berikut merupakan foto kenangan di waktu aku di wisuda pada hari sabtu, 24 Sya’ban 1430 H, 15 Agustus 2009 M:






















kebersamaan kita tak akan kulupa hingga pikiranku dihinggapi keterbatasan inggatan dikarenakan kelupaanku sebagai manusia yang memiliki sifat pelupa. Terima kasihku untuk kalian yang memberiku kehanggatan yang hakiki selain kedua orang tuaku.

Thursday, August 13, 2009

KUAT TIDAK PINCANG





by rufadi islah
(adi.islah@gmail.com)


Jangan menyerah merupakan ungkapan bagi diriku yang sudah mulai turun motifasi akan sesuatu hal yang membelit pikiranku selama ini.

Tentu saja dengan kata “jangan menyerah” diriku ini bisa bersemangat lagi menjalani kehidupan yang serba rumit ini.

Dengan kata-kata jangan menyerah berusahalah, aku dapat berdiri layaknya orang yang kuat tidak pincang, karena dengan berusaha pasti permasalahan yang kita hadapi kelak akan terselesaikan dengan perjuangan dan usaha tiada jemu dan tiada henti harus kita kerjakan.

“Beberapa orang mungkin jatuh kedalam permasalahan yang tentu saja membuat dirinya jatuh kedalam suatu permasalahan pribadinya sehingga melemahkan sisi semangatnya maka dari pada itu agar seseorang yang jatuh bisa bangkit kembali, kita akan mengetahuinya dari mana akar permasalahan yang membelit didirinya, tentu saja bukan hal yang mudah bagi kita menilik ulang bagaimana perbuatan yang telah lalu kita kerjakan untuk kita hadirkan sebagai perenungan didiri kita sekarang,” pikirku dalam.

Menyerah merupakan kata yang harus aku hindari dari segala apa yang telah kukerjakan selama ini.

Menyerah seharusnya merupakan perbuatan untuk kita larang agar keingginan hati kita bisa tentram bersama berhasilnya tujuan kita semula.

Manusia diciptakan oleh ALLAH SWT sudah mempunyai permasalahan-permasalahan tersendiri yang mungkin orang lain tidak akan sanggup untuk menanggung permasalahan didiri kita ini.

Dan perlu diingat lagi Allah SWT tidak akan meninggalkan hambanya dalam keadaan yang (lemah) tentu saja butuh pijakan langkah yang benar dan terarah, sehingga kita mampu menjalani masalah dengan hati bersih dan hati yang baik pula.

Dan tentu saja tidak semua manusia dengan mudahnya menapaki kehidupannya semudah membalikan tangan, tergantung dari kita yang mau menjalani pemecahan suatu permasalahan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku diagama tidak.

Jangan menyerah untuk mengatakan bahwa kita telah diberikan suatu ilmu untuk mengarungi bahtera dunia ini sesuai dengan ilmu dan cakupan akal yang pernah kita dapat selama menjalani kehidupan ini.

Ada orang yang senang karena berhasil melalui segala permasalahan yang mereka hadapi tentu saja banyak juga orang yang bersusah hati tidak mampu memecahkan permasalahannya yang membelit di dalam dirinya.

Oleh sebab itu kita sebaiknya memberikan suatu dorongan motifasi kepada orang lain terlebih pada diri kita sendiri tentunya dengan segala kaidah-kaidah agama yang benar pula.

Mari kita semua bercermin diri untuk selalu menjalankan pemecahan permasalahan kita dengan selalu tawakkal berserah diri menjalani kehidupan ini sesuai dengan tuntunan dan kaidah- kaidah agama yang di restui oleh Allah SWT, dan tentu saja kita harus selalu berdoa meminta untuk di berikan jalan yang terbaik berupa jalan yang lurus dan tidak terjerumus dalam kesesatan. Amin!.

Translate

Thanks for your donate

MY POPULAR POSTS

 

Follow by Email

THE BEST BLOGGER

Mari Berbagi Kata dan Laporkan jika ada Error link