Monday, May 24, 2010

#10 Penglihatan Mata Tak Selamanya Adalah Kebenaran Yang Sebenarnya

 

 

Kawan,............... seandainya kamu tahu apa yang ada di dalam hati,.................. pasti kamu akan berkata lain tentang semua ini,........................ 

"Penglihatan Mata Tak Selamanya Adalah Kebenaran Yang Sebenarnya"




Sunday, May 23, 2010

#9 Maklum Maaf ........

 

 

Pertama, saya maklumi,................ Kedua, saya maafkan, ............ Ketiga, saya "bunuh" kau,......................

Saturday, May 22, 2010

#8 Sobat

 

 

Sobat: "bukan dari materi kita bertemu, dan bukan karena materi pula kita berkawan sejati, namun kita berteman sejati karena saling memberi kritikan dan saran walaupun memerahkan telinga dan meneteskan air mataku namun sesungguhnya menyejukkan hati ini,................."  

 

 

Monday, May 17, 2010

#7 Pembalasan

 

 

SOBAT,.......... 

"Pembalasana Itu Memang Lebih Kejam"

Berhati-hatilah denganku,................

 

 

Saturday, May 15, 2010

AMALAN MEMBUKA PINTU SURGA

Didalam sebuah buku “Penyejuk Jiwa” “Mutiara Hikmah Dibalik Kisah”, oleh Musa Siregar.


Ada sebuah kisah yang mungkin lebih baik untuk kita renungkan terutama bagi membina keluarga yang baik, dan di rahmati oleh Allah SWT.


Semoga dengan cerita ini kita mampu memberikan suatu perilaku yang baik untuk bekal di akherat kelak.


Berjudul “AMALAN MEMBUKA PINTU SURGA”, (Siregar, 2005: 133-144) yang saya bagi menjadi dua posting-an biar mudah untuk membaca dan memahaminya, semoga bermanfaat bagi kita semua.


Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih sore menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan suka cita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena kebutuhan di rumah makin besar.


Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. “Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeser pun. Fatimah menyahut sambil tersenyum, “Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta’ala.”


“Terima kasih,” jawab Ali.


Matanya memberat lantara istrinya begitu tawakal./ padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Toh Fatimah tidak menunjukkan sikap kecewa atau sedih. Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan shalat berjamaah.


Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. ”Maaf anak muda, betul engkau Ali anaknya Abu Thalib?”


Ali menjawab heran. ”Ya betul. Ada apa, Tuan?”


Orang tua itu merogoh kantungnya seraya menjawab, ”Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar ongkosnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya. Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar. Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka ketika Ali menceritakan kejadiann itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari. Ali pun bergegas berangkat ke pasar.


Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan, “Siapakah yang mau menghutangkan hartanya untuk Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan.”


Tanpa pikir panjang lebar, Ali memberikan seluruh uangnya kepada orang itu. Pada waktu ia pulang dan Fatimah keheranan melihat suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristwa yang baru saja dialaminya. Fatimah, masih dalam senyum, berkata, ”Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya mengalaminya. Lebih baik kita, menghutangkan harta kepada Allah daripada bersifat bakhil yang dimurkai-Nya, dan menutup pintu surga buat kita.”


-------o-------

I’tibar [bersambung]

#6 Takaran Adil

 

 


Adil

....................., Tidak Sama Takaran,..............

 



 

Friday, May 14, 2010

#5 Sombong Harta

 

 

Silahkan "Anda" Sombong-in Harta Kamu,.............

Itu Harta Tidak Bakalan Kekal, Tunggu Saja,................. 

Pasti Kamu Bakalan Kere/Miskin Sendiri,.............. 

..............., Amin.

 



 

 

Tuesday, May 11, 2010

Datang dan Pergi



Aku belumlah mengerti dengan sangat, kenapa harus ada datang dan pergi ?!.


Apakah kesemua itu adalah keseimbangan yang ada di dunia tempatku berpijak sekarang.


Kedatangan seseorang dan kepergian seseorang akan membuat diri ini menjadikan perasaan bahagia karena kedatangannya dan juga bisa membuat diri ini bersedih hati karena kepergiannya.


Apakah harus “datang” sehingga membuat kesan yang berarti tentang makna hidup yang sekarang kujalani ini namun sebaliknya harus ada kepergian darinya untuk mengerti akan sebuah arti dari kedatangannya.


Kenapa harus ada kepergian yang membuat diri ini merasa membutuhkannya ?!.


Sampai kapanpun aku kurang mengerti akan semua yang ada, aku membutuhkan seorang yang benar-benar memberikan arti walaupun dia nantinya akan pergi meninggalkanku juga.



Menunggu kedatangan seseorang tersebut dengan hati terbuka menyambutnya, seakan-akan pasti akan terjadi, serta mengikhlaskan sesuatu yang telah pergi jauh, agar pikiran di hati tidak luka akan sisa perasaan.



#4 Etika Bercanda

 

 

Sopanlah kalau berucap, supaya kmu di hormati,.................. dan janganlah bercanda di saat yg tidak tepat

[boleh kau bercanda asal lihat dulu kondisinya kawan]

 

 

Sunday, May 9, 2010

Menjaga Hati


Ada postingan di dalam FB teman saya yang di rasa baik untuk Renungan serta Kajian bagi para remaja sekalian yang mau menjaga kesucian hatinya, yang berjudul “Jika belum siap, Cintai ia dalam DIAM ....”.


Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...


Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...


Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..


Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..


Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..


Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...


Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?


Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...


Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...


Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...


Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?


Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...


Jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...


Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...



Maaf kepada para teman sekaligus pembaca secara tidak langsung, karena sumbernya saya belum mengetahui tapi ini nyata-nyata bukan tulisan/karangan saya secara pribadi namun hanya copy paste dari sumber yang baik.


Semoga kita dapat mengambil manfaat dengan membaca artikel di atas, mampu menjaga hati dengan sebaik-baiknya penjagaan hati yang sempurna yang di Ridhoi oleh ALLAH SWT.



Saturday, May 8, 2010

Tlatar "gratisan"


Nah nie salah satu kekompakan kita (anak-anak Wisma Al-Huda) menyambut syukuran teman yang baru aja di nyatakan lulus oleh sebuah instansi terkenal yang tak lain adalah sebuah instansi pendidikan swasta yang bernama UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA.


Yang di wisuda yang ber-kaos MERAH, salah satu aktifis di organisasi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), namanya di kalangan kampus sangat terkenal khususnya dari Fakultas Ekonomi, bernama M. Naim Manani,


Kami ber-6 mengadakan TOUR ke salah satu objek wisata alam yang terletak di sebuah desa jauh dari kota, yang bernama Tlatar, Boyolali, Jawa Tengah.


Dengan bermodalkan perut kosong, kan acara makan-makan “gratisan” dari sang wisudawan ntu, jadi ya ayooo hajar aja,………….


Suasananya tenang dan udaranya-pun sejuk banget. Ada fasilitas buat nyantai2, di temani dengan berbagai ikan yang wahhhh,.. gehde-gehde,............. jangan lupa fasilitas kolam renang juga ada (kolam renang dengan air dari sumber alam).






























































Teman, selepas dari sini kamu kembali ke kota kelahiranmu untuk membuat dunia baru, dunia yang sebenar-benarnya dunia, kamu tidak lagi menjadi pelajar/mahasiswa yang harus menuntut ilmu dengan berbagai teori-teori pendidikan, dan berbagai rumus-rumus ekonomi, akan tetapi duniamu sekarang adalah dunia dimana kita di tuntut lebih bijak dalam melangkah, lebih bermartabat dalam bertingkah laku, lebih mengamalkan kebenaran atas apa yang kita pelajari di dunia kampus, tentang keteguhan prinsip, di mana teori keuangan akan kalah dengan teori kebenaran, uang bukan segalanya namun kebenaran adalah segala-galanya, serta jangan lupa teman di sini masih banyak teman-temanmu yang akan dengan setia hati menyambung hati dengan dirimu, karena kita pernah membangun persaudaraan dalam keluarga besar WISMA AL-HUDA, baik itu kekeluargaan, kekeraban, serta saling menghormati, walaupun kadang kita berbeda pandangan dan berbeda pendapat namun kita masih mempunyai ikatan batin yang kuat di antara penghuni WISMA AL-HUDA.


Oh ya, semoga teman-teman yang lain bisa menyusul, cepat di wisuda, dan bisa makan-makan bersama lagi dalam ”gratisan”, di manapun dan kapanpun yang namanya ”gratisan” itu nikmat,............... !!!!!!

Wednesday, May 5, 2010

#3 Antara Pajak dan Kesejahtaraan Sendiri

 

 

Ada Tulisan kek gini;

"Bayar Pajak Dengan Jujur",......... "Mari bayar pajak dengan jujur untuk membantu pengentasan kemiskinan, demi kesejahteraan kita bersama",........... 

Siapa yang disini "sejahtera",......... 

[Anda apa Kalian sendiri]

 

 

Tuesday, May 4, 2010

#2 Awan dan Batu Intan

 

 

Selembut Awan,............... Sekeras Batu Intan,............

 

 

 

Sunday, May 2, 2010

KONSISTENSI



Apa sekiranya yang terpikirkan oleh pikiran kita tentang sebuah kata “konsisten”.

Apakah arti kata konsisten tersebut?


Bermaknakah dalam kehidupan kita?


Baikkah perilaku konsisten tersebut?


Lalu bagaimana sebaiknya agar kita berperilaku konsisten terhadap diri ini?


Nah, pertanyaan-pertanyaan tersebut semua di atas sangat menggangguku malam ini, aku berpikir (karena malam-malam begini siapa yang mau aku ajak bertukar fikiran, yang ada cuma suara angin serta suara gemuruh kipas angin tersebut muter terus namun tanpa mengeluh, karena kecapekan).

Mungkin ada teman-teman yang membantu kebuntuan akan fikiran saya yang lemah ini, akan tanyaku di atas.

Berpikir keras sangat sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan pendek yaitu ”Ya konsisten begitu sulit untuk diterapkan kadang kala orang begitu yakin bisa dan bakalan mampu untuk berkonsisten akan segala perilakunya, namun apa yang terjadi, perilaku dengan kata-katanya barusan berbeda jauh dengan kenyataan, ada istilah alasan begini, alasan begitu yang seringkali di ungkap entah untuk pembelaan pribadi, mungkin”.


Benarkah sebuah konsistensi diri perlu didalam sebuah kehidupan ini, bergunakah atau malah menganggu pikiran kita.

Lalu samakah ”konsisten” dengan sebuah ”prinsip” itu.

Ahhhhh,............ mungkin banyak teman-teman yang akan membantu saya dalam memberikan solusi akan dangkalnya pemikiran saya ini.

Jangan mengharapkan imbalan apapun ”teman”, karena saya begitu miskinnya sampai-sampai ilmu yang saya miliki ini terbatas.

Teman, kamu konsisten terhadap saya kala kata terucap benar, namun sekarang kekonsistensian luntur, itukah arti sebuah pertemanan yang tersampung erat begitu luntur dengan sebuah kondisi yang tidak mungkin kita lalui karena memang kita jauh, jauh berbeda dalam pemikiran serta keinginan diri.



Saturday, May 1, 2010

Kayu Bakar

Iseng-iseng cari bacaan, eh tak taunya dapet majalah khusus buat anak “ADZKIA” Edisi 10 maret 2007 (nah, lama juga kan,……. 2007 aku masih kuliah semester 6).


Dalam kolom “Mutiara Hadits hal. 7” berjudul “Menangis Yang Berpahala”.


Dari ceritanya yang notabene untuk kalangan anak kecil; simple dan mudah dipahami, tapi intinya euyyyy mantafff banget,………….. silahkan baca di bawah nie,…………. (Monggo kulo aturaken miyos critanipun),………..


Dua mata yang tak akan di sentuh api neraka, yakni mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang terjaga-jaga di saat jihad fii sabilillah.” (HR Tirmidzi).


Anak yang sering menangis pasti dijuluki cengeng. Itu jika ia menangis karena permintaannya tidak dituruti ayah, atau menangis karena sedikit terluka akibat jatuh. Menangis seperti itu memang cengeng, dan tidak berpahala.


Nah, ternyata ada menangis yang berpahala, dan bisa menghindarkan kita dari neraka, yaitu menangis karena takut kepada Allah. Takut jika Allah akan memasukkan kita ke dalam neraka.


Ada kisah yang menarik tentang hal ini.


Ada seorang anak sedang berwudhlu di sungai sambil menagis. Lalu datanglah orang yang telah lanjut usia dan menyapanya, “Mengapa kamu menangis, Nak?”


Si anak menjawab, “Saya takut dimasukkan ke dalam neraka.”


Orang tua itu berkata, ”Jangan takut, anak kecil tidak akan masuk neraka!”


Tapi sang anak tetap menangis dan berkata, ”Wahai kakek, tidakkah Anda melihat, seseorang yang ingin memasak dengan kayu bakar, bukankah ranting-ranting kecil dahulu yang dibakar, lalu baru kayu yang besar? Saya takut kalau di masukkan ke neraka lebih dahulu dari yang tua-tua.”


Mendengar alasan si anak, orang tua itupun menangis dan berkata, ”Anak kecil ini lebih takut kepada Allah dari pada diriku.”



Nah, itu ceritanya, bagaimana dengan kita, masak kalah dengan anak kecil itu, yang sudah mampu berpikir jernih akan suatu hari akhir nanti; neraka dan surga dengan perumpamaan sebatang kayu bakar untuk menanak nasi harus rantingnya dulu baru kemudian batangnya yang tua.



Translate

Thanks for your donate

MY POPULAR POSTS

 

Follow by Email

THE BEST BLOGGER

Mari Berbagi Kata dan Laporkan jika ada Error link