Tuesday, October 12, 2010

Hujan Dulu, dan sekarang


Mengapa selalu saja, ketika hujan turun aku selalu saja terbawa dengan memandang kosong di kaca cendela rumah, dari kecil hingga dewasa selalu begitu adanya.

Ada hal apakah gerangan yang ada di balik turunnya hujan tersebut, seperti merenungkan sebuah masa lalu ataupun masa depan yang belum ada.

Hujan yang turun membawa air kehidupan bagi manusia yang menginginkan kemakmuran sebagai karunia dari Yang Esa untuk dimanfaatkan sebagai karunia untuk memulai kehidupan yang baru.

Sekarang bulan Oktober, musim penghujan tentunya membawa karunia tersendiri untuk kita manfaatkan sebaik mungkin bagi kehidupan kelak ketika musim kemarau datang sebagai keseimbangan di dalam kehidupan kita sekarang.

Dulu ketika kita kecil ujan seperti ini membuat hati kita menjadi riang karena ketika hujan datang pasti ada kebebasan tersendiri, kita bisa bermain hujan-hujanan sepanjang hari, walaupun keesokannya kemungkinan sakit akan kita hadapi, namun sekarang waktu kita dewasa, kita seakan-akan menjadi lemah di buatnya, kita takut bebas seperti waktu kita kecil dulu, kita takut akan penyakit yang akan datang, dan kupikir semakin kita berumur kita semakin takut akan kebebasan yang pernah kita miliki di saat kita kecil dulu; badan berlumpur serta pakaian yang kotor walaupun begitu kita tetap riang dibuatnya.



Memang masa itu telah lewat akan tetapi masa itu adalah sebuah kenangan manis kita tersendiri main hujan-hujanan sebagai pertanda kebebasan bagi anak kecil.




Comments :

1

Post a Comment

Thanks for Your Comment!