Catatan membaca novel Kemarau karya A.A. Navis
Ada sesuatu yang menarik ketika membaca sebuah novel
yang pada awalnya terasa begitu biasa. Tokoh-tokohnya hadir seperti manusia
yang kita jumpai sehari-hari. Tidak ada yang terlalu istimewa, tidak pula
terasa dibuat-buat. Mereka hidup dalam keseharian yang sederhana, dengan
persoalan yang mungkin pernah kita lihat, dengar, atau bahkan kita alami
sendiri. Namun, semakin jauh halaman dibaca, semakin terasa bahwa manusia yang
tampak biasa itu ternyata menyimpan sesuatu yang luar biasa. Ada
lapisan-lapisan watak, pemikiran, dan pertentangan yang perlahan terbuka.


