Saturday, March 2, 2019

5 Watt



Awal Maret yang basah oleh hujan, hujan yang berkah dimana ditunggu oleh para pahlawan negeri yang tak kan kita tahu namanya walaupun setiap hari kita memakan butiran nasi di tangan yaitu para petani yang tangguh menggantungkan mengolah sawahnya pada hujan ini.


Terkena panas oleh siang hari dan malamnya dingin oleh guyuran hujan lebat kadang disertai dengan angin, semoga tidak ada pohon tumbang dan angin puting beliung serta banjir, karena hutan kita sudah tumbang oleh deringan mesin ketamakan manusia, dan lahanpun mulai terpakai, membuat tubuh yang lemah ini terkulai kalah telak oleh rasa panas dinginnya yang setiap saat setiap waktu terus berubah. Kuat kanbadah lemah ini Ya… Allah SWT.  

Oleh dinginnya suasana begitu terasa nikmatnya secangkir teh atau kopi hangat dikala sore hari disertai canda tawa keluarga membuat perasaan yang tak terkatakan, oleh senyuman kecil disertai rengekan manja dari bibir mungilmu.

Guyuran hujan diluar menambah kehangatan keluarga yang akan memberi suatu karunia tersediri, karena disaat hujan saat yang tepat untuk berkumpul dan juga menobrol ringan seputar lakon yang ada dikehidupan yang pernah dijalanai bersama.

Terbawa suasana yang syahdu mengharu begini teringat oleh silam yang terkenang ketika guyuran hujan menatap jauh dari kaca jendela rumah, membayang luas di sebuah desa kecil berpenerang hanya 5 Watt dan tertutupi berbagai makhluk penikmat cahya redup.  Ada mimpi disana kelak disini membawa diri dalam kehidupan yang lain. Tangan menggapai pundak tak terasa, tangan hangat itu menuntun jiwa ini ditengah-tengah padang tatapan manusia, hanya diberikan bekal, “yang baik sama orang, mudahkan urusannya, dan kemudahan yang akan kita dapatkan kembali dimanapun kita berada”, terimakasih ajara itu begitu berguna dikehidupan. 




Comments :

0 comments to “ 5 Watt ”


Post a Comment

Thanks for Your Comment!