Thursday, December 3, 2009

Ketika Kupulang tuk Menjemput Impian


Hari ini aku akan pulang, "menjemput impianku", semoga saja keadaan di sepanjang jalan tidak ada yang merintangi ku dengan di temani "si-hitam" (bebek '94 100cc kec. max. 80 Km/Jam), kuharap bisa menikmati pesona alam yang akan aku lihat di sepanjang jalan itu.

Bermodalkan bensin penuh dari kota Solo tercinta (max. 3 Liter), ku putar gas si-hitam, pelan-pelan tapi pasti, roda berputar membawa sejuta keinginan berjumpa dengan orang tua di ujung pelosok kota Rembang bagian tenggara sana (Kota Santri "Sedan" orang sering menyebutnya).

Rute yang akan aku tempuh (kira-kira sampai 4,5 jam kec. 80 km/jam) adalah dari Solo, trus menuju kearah utara, yaitu ke Purwodadi yang jalannya termasuk tanah gerak jadi sering ada lobang-lobang yang tak terlihat, dari Solo Ke Purwodadi habis 1,5 jam perjalanan, trus setelah sampai di kota Purwodadi belok, ke arah timur untuk menuju kota Blora, dari perjalanan Purwodadi-Blora "habis 2 jam" jalannya cuma satu saja, lurus dan harus hati-hati dengan aspal yang kurang bagus di lewati (sebenarnya sudah di lakukan perbaikan, namun sering juga rusak karena terkikis dengan air hujan), setelah sampai Blora meneruskan perjalanan kearah utara menuju ke kota Rembang, namun aku ambil jalan yang Sulang saja (Desa sebelum Rembang, terdapat Pemandian Kartini "Pahlawan Wanita Nasional Indonesia), langsung kejalan tembus Desa Gunem (ini termasuk jalan kampung yang di aspal halus, kira-kira hanya cukup untuk satu kendaraan saja, terlalu sempit tuk dilewati), trus sampai di Kec. Pamotan (kisahnya ada seorang kakek yg bernama mbah Pamot dan disitu masih berupa hutan, sehingga di namai dengan Pamotan "Mbah Pamot yang tingga di hutan"), setelah itu perjalanan masih tinggal 7 km, ke arah timur lagi sampai di Desa tercinta ku, Desa Karas,  termasuk masih dalam Kec. Sedan Kab. Rembang, berkultur Kec. Santri). (menghabiskan waktu 1,5 jam dari Blora ke Desa Karas), kesemuanya di total 4,5 jam di perjalanan, cukup melelahkan, jarak ang harus kutempuh dari perjuangan berhijrah di negeri orang ini (Solo).

Pulang siangan dikit, biar di Blora ngak ngethank2 panase (sangat panas),......... hihihi,............... moga2 sampai Rumah "Sedan" dapet Legend (berupa air dari getah batang Aren) mampir dulu di Sulang,......... hihihi kira-kira 4 botol cukup kagak ya!!!!! satu botol di hargai dengan Rp. 2.500,00 cukup murah karena rasanya juga enak, manis di panasnya kota Rembang.

Tapi di sepanjang jalan Solo-Purwodadi-Blora-Pamotan-Sedan; teringat pada lirik lagunya Katon Bagaskara; Ketika Kupulang

KETIKA KUPULANG

Berkaca Diatas Air
Kali Kecil Nan Mengalir
Bias Wajahku Temaram
Latar Pohonan Memuram

Ketika Kupulang
Yang Kudapat Getir Menikam

Kemana Hutanku Hilang Semak Perdu Merintih
Sribu Hujanpun Tak Mampu
Bawa Hijau Padaku
Kemana Kicauku Terbang
Dahan Ranting Bersedih
Udara Tak Lagi Ramah
Panas Menyiksa Bumi
Apa Yang Tengah Terjadi?
Alamku Diambang Musnah

Sudi Bantu Aku
Mewujudkan Rimbaku Dahulu
Bahu-membahu
Kita Kan Gapai Impian

Hutanku Hadir Kembali
Semak Perdu Bersemi
Ribu Hujanpun Menyatu
Bawa Hijau Padaku
Kicau Burung Menemani
Dahan Ranting Berseri
Udara Segar Memadu
Menyejukkan Jiwaku

click here to download


Terenyuh sekali hatiku melihat yang dulu kala rindang sekarang kering, yang dulu sejuk sekarang panas menyengat, yang dulu berseri, sekarang habis terbabat oleh nafsu kita, di mana hutan yang dulu menjadi kebanggaan negeri kita.




Harapku untuk teman-teman seperjuangan di kala SMA; "smoga, temen2 SMA dulu; kita bisa kumpul crita ngalor ngidul,.... bagi2 crita, kenangan, dan canda tawa,........... gmn kabarmu disana, pulangkah kalian?????"

Untuk seseorang yang dulu waktu SMA, yang ingin kukejar hingga sekarang; "jauh banget,..... tak tersentuh tanganku,................ hihihi,. seandainya ketemu, pa msh "kemringetan" kayak SMA dulu ya,............ tes mental di kampus udah,......... ahhhhhh yg penting bisa ketemu, liat dia dah syukur,... amin!!!!!"



Comments :

1

Post a Comment

Thanks for Your Comment!