Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Friday, January 22, 2021

Langkah Kaki Kecil

 

Langkah Kaki Kecil


 Turun dari kendaraan, langkah kaki kecil di sertai dengan orang tua melepas anak terkasihnya bersalaman cium tangan ayahnya sambil tersenyum.

Jumat Berbagi Rasa

 

Kelekatan Guru (Ustad) dengan Siswa dalam Sesi 

Jumat Berbagi Rasa

 


Sudah kami tunggu-tunggu hari dimana kami bisa bertukar rasa satu sama lain. Berani mengutarakan cerita dengan sopan, santun, jelas dan mendengarkan cerita teman yang sedang berlangsung adalah salah satu konsekuensi yang sudah kami buat kontrak bersama terlebih dahulu diawal pertemuan sehingga kami mampu menghormati satu sama lain jika ada yang bercerita, kami dengarkan dan tidak menyela, bahkan kami bisa saling memberi motivasi maupun solusi kepada teman, namun kadang waktunya yang terbatas. 

Friday, August 7, 2020

Solusi

Terkadang berpikiran sebaliknya menjadi titik temu untuk menemukan sebuah solusi. Otak dibuat memikirkan sesuatu yang terasa sangat berat, tapi ketika memasrahkan diri,membagi beban kepada seseorang yang terpercaya, permasalahan tersebut akan terasa ringan bahkan bisa diselesaikan.


Solusi menjadi sebuah pencapaian, agar semua masalah yang membelenggu pemikiran kita menjadi bebas lepas dan hilang, namun jika setiap orang ditanya apakah perlu sebuah masalah itu harus ada disetiap orang, jawabannya pun kemungkinan harus ada karena dengan masalah itu bisa menjadikan diri ini belajar, memotivasi diri sendiri, dan bisa membuka hati kepada yang lain untuk menjadi lebih baik.

Jangan sampai permasalahan tersebut membuat pikiran kita menjadi tertekan dan berat menerima saran dari orang lain bahkan sampai depresi maupun menghilang nyawa dengan cara membunuh diri sendiri. Banyak fenomena jikalau seseorang sedang dilanda sebuah masalah dan hanya dipendam dan menjadi beban pikiran semata dengan melampiaskan kedalam bentuk yang negatif akan tersa merugikan bagi diri sendiri, tubuh tentunya maupun kesehatan mental kita, tak jarang banyak orang masih memecahkan masalahnya dengan cara melupakan sejenak, dengan cara minum hingga teler, obat hingga tak sadarkan diri, maupun mencari kebahagiaan semu dengan cara menyakiti  orang lain. Dampak yang akan ada selain kedirinya sendiri, lambat laun lingkungan sekitarpun akan terdampak juga.

Berhati-hatilah dalam menyikapi kehidupan ini, bertindak yang tepat dengan mencai solui atas permasalahan kita serta jangan lupa bersilaturahmi, berbagi cerita, dan tak lupa berdo’a, memasrahkan diri kita kepada Pemilik Alam Semesta.


Tuesday, February 16, 2016

Belajar Luar Ruangan


Anak-anak begitu bersemangat ketika pembelajaran berlangsung, terbukti ada dua anak yang memberanikan diri bertanya ataupun menjawab pertanyaan yang sedang dilontarkan oleh sang guru yang hanya sebagai fasilitator dan motivator selebihnya muit-murit yang memegang kendali terhadap kegiatan belajar tersebut tentu dengan batasan yang sesuai dengan tema yang telah disepakati bersama.

Wednesday, February 4, 2015

Panas



Kawan, janganlah kita menguras isi bumi tanpa membangun kembali, kembalikan tetap hijau jangan biarkan hijau itu pergi. 

Monday, December 2, 2013

KASIH SAYANG ANAK


KASIH SAYANG ANAK

Kasih sayang kepada anak seharusnya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan contoh budi pekerti yang baik sebagaimana Rasulullah mencontohkan.

Sunday, November 24, 2013

Kenang, Terkenang



Apa yang menjadi alasan bagi kita untuk mengenang masa lalu adalah, kenangan itu merupakan kenangan yang indah yang tak mungkin terlupakan, baik saat kecil, remaja, maupun di kala dewasa. Kenangan tidak hanya untuk di kenang trus dilupakan, namun kenangan itu bisa membuat tersenyum ketika menginggat tersenyum dan merasa lega. Berbagai hal yang mungkin akan menjadi kenangan sampai kapanmun adalah:

Wednesday, January 16, 2013

Hidup Hebat Hemat




Gaya hidup hemat seharusnya menjadi acuan bagi kehidupan yang harus dijalani, berhemat bukan pelit namun hemat itu tahu dan mengerti akan batas-batas kemampuan dana atau keuangan yang ada.

Monday, May 28, 2012

Anak bertengkar


Pertengkaran pada anak akan membuat perbedaan pendapat satu sama lain akan menjadi berbeda secara nyata.

Tuesday, April 17, 2012

Manfaat Study Luar Negeri


Ada banyak keuntungan jika kita mau dan mampu untukmenjadi mahasiswayang belajar diluar negeri walaupun itu bermodalkan beasiswa.

Friday, April 13, 2012

Keterampilan Dalam Berinteraksi Media Sosial anak




Menguasai keterampilan dalam berinteraksi di media sosial dan selalu memperbaiki kemampuan diri  dalam teknlogi adalah hal yang harus dipunyai bagi peserta didik (siswa) agar menjadi pribadi yang sukses dan tentunya mempunyai karakter pendidikan tinggi dan bermanfaat bukan hanya dilingkungan sekolah namun sudah pada ranah interaksi media sosial.

Thursday, November 17, 2011

Pola Membaca yang Sehat


Budaya membaca sebenarnya harus digalakan semenjak usia dini, dikarenakan dengan membaca seseorang akan lebih memahami secara detail dari pada sekedar melihat atau melihat televisi (visual). Pola membaca yang baik adalah selalu meletakkan cara membaca sehat yang baik, berilmu dan mampu mengembangkan daya imajinasi ataupun daya kembang potensi otak, dalam hal ini membaca karya ilmiah, fiksi maupun karya sastra lebih berguna dari pada sekedar membaca bahan bacaan yang kurang memberikan nutrisi otak untuk lebih berkembang.

Sunday, September 11, 2011

Pasangan Jiwa



Terpikirkan akan sebuah pencarian seorang teman bahkan kekasih hati yang akan membuat hari-hari ini tidak terasa sepi, namun setelah terpikirkan maka tidak tega kiranya pujaan hati tersebut telah dimiliki, namun hanya digunakan sekedar punya tanpa hari depan sebagai tujuannya.

Friday, June 10, 2011

Budaya "menembak" dari Sebuah Hubungan




 Budaya” menembak” bagi seorang pria kepada seorang wanita untuk memulai sebuah hubungan khusus (pacar)  hanya ada di Indonesia. Entah dari mana asalnya budaya tersebut. Coba diingat-ingat, kapan pertama kali Anda mendengar bahwa bila seorang pria ingin menjadi kekasih seorang wanita, maka ia harus bertanya dan meminta ijin dahulu pada sang wanita.

"Aku suka kamu.. mau gak kamu jadi pacarku?", atau lebih parah lagi, "Bolehkah aku jadi pacarmu?”

Pertama kali pengetahuan akan sebuah konsep menembak adalah ketika kalangan remaja yang masih SMP atau SMA. Dengan kata lain, budaya menembak adalah sebuah trend di kalangan anak-anak ABG yang tidak tahu bagaimana caranya memulai sebuah hubungan romansa yang sesungguhnya.

Saturday, May 15, 2010

AMALAN MEMBUKA PINTU SURGA

Didalam sebuah buku “Penyejuk Jiwa” “Mutiara Hikmah Dibalik Kisah”, oleh Musa Siregar.


Ada sebuah kisah yang mungkin lebih baik untuk kita renungkan terutama bagi membina keluarga yang baik, dan di rahmati oleh Allah SWT.


Semoga dengan cerita ini kita mampu memberikan suatu perilaku yang baik untuk bekal di akherat kelak.


Berjudul “AMALAN MEMBUKA PINTU SURGA”, (Siregar, 2005: 133-144) yang saya bagi menjadi dua posting-an biar mudah untuk membaca dan memahaminya, semoga bermanfaat bagi kita semua.


Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih sore menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan suka cita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena kebutuhan di rumah makin besar.


Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. “Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeser pun. Fatimah menyahut sambil tersenyum, “Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta’ala.”


“Terima kasih,” jawab Ali.


Matanya memberat lantara istrinya begitu tawakal./ padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Toh Fatimah tidak menunjukkan sikap kecewa atau sedih. Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan shalat berjamaah.


Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. ”Maaf anak muda, betul engkau Ali anaknya Abu Thalib?”


Ali menjawab heran. ”Ya betul. Ada apa, Tuan?”


Orang tua itu merogoh kantungnya seraya menjawab, ”Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar ongkosnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya. Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar. Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka ketika Ali menceritakan kejadiann itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari. Ali pun bergegas berangkat ke pasar.


Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan, “Siapakah yang mau menghutangkan hartanya untuk Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan.”


Tanpa pikir panjang lebar, Ali memberikan seluruh uangnya kepada orang itu. Pada waktu ia pulang dan Fatimah keheranan melihat suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristwa yang baru saja dialaminya. Fatimah, masih dalam senyum, berkata, ”Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya mengalaminya. Lebih baik kita, menghutangkan harta kepada Allah daripada bersifat bakhil yang dimurkai-Nya, dan menutup pintu surga buat kita.”


-------o-------

I’tibar [bersambung]

Sunday, May 9, 2010

Menjaga Hati


Ada postingan di dalam FB teman saya yang di rasa baik untuk Renungan serta Kajian bagi para remaja sekalian yang mau menjaga kesucian hatinya, yang berjudul “Jika belum siap, Cintai ia dalam DIAM ....”.


Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...


Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...


Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..


Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..


Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..


Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...


Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?


Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...


Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...


Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...


Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?


Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...


Jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...


Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...



Maaf kepada para teman sekaligus pembaca secara tidak langsung, karena sumbernya saya belum mengetahui tapi ini nyata-nyata bukan tulisan/karangan saya secara pribadi namun hanya copy paste dari sumber yang baik.


Semoga kita dapat mengambil manfaat dengan membaca artikel di atas, mampu menjaga hati dengan sebaik-baiknya penjagaan hati yang sempurna yang di Ridhoi oleh ALLAH SWT.



Saturday, May 8, 2010

Tlatar "gratisan"


Nah nie salah satu kekompakan kita (anak-anak Wisma Al-Huda) menyambut syukuran teman yang baru aja di nyatakan lulus oleh sebuah instansi terkenal yang tak lain adalah sebuah instansi pendidikan swasta yang bernama UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA.


Yang di wisuda yang ber-kaos MERAH, salah satu aktifis di organisasi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), namanya di kalangan kampus sangat terkenal khususnya dari Fakultas Ekonomi, bernama M. Naim Manani,


Kami ber-6 mengadakan TOUR ke salah satu objek wisata alam yang terletak di sebuah desa jauh dari kota, yang bernama Tlatar, Boyolali, Jawa Tengah.


Dengan bermodalkan perut kosong, kan acara makan-makan “gratisan” dari sang wisudawan ntu, jadi ya ayooo hajar aja,………….


Suasananya tenang dan udaranya-pun sejuk banget. Ada fasilitas buat nyantai2, di temani dengan berbagai ikan yang wahhhh,.. gehde-gehde,............. jangan lupa fasilitas kolam renang juga ada (kolam renang dengan air dari sumber alam).






























































Teman, selepas dari sini kamu kembali ke kota kelahiranmu untuk membuat dunia baru, dunia yang sebenar-benarnya dunia, kamu tidak lagi menjadi pelajar/mahasiswa yang harus menuntut ilmu dengan berbagai teori-teori pendidikan, dan berbagai rumus-rumus ekonomi, akan tetapi duniamu sekarang adalah dunia dimana kita di tuntut lebih bijak dalam melangkah, lebih bermartabat dalam bertingkah laku, lebih mengamalkan kebenaran atas apa yang kita pelajari di dunia kampus, tentang keteguhan prinsip, di mana teori keuangan akan kalah dengan teori kebenaran, uang bukan segalanya namun kebenaran adalah segala-galanya, serta jangan lupa teman di sini masih banyak teman-temanmu yang akan dengan setia hati menyambung hati dengan dirimu, karena kita pernah membangun persaudaraan dalam keluarga besar WISMA AL-HUDA, baik itu kekeluargaan, kekeraban, serta saling menghormati, walaupun kadang kita berbeda pandangan dan berbeda pendapat namun kita masih mempunyai ikatan batin yang kuat di antara penghuni WISMA AL-HUDA.


Oh ya, semoga teman-teman yang lain bisa menyusul, cepat di wisuda, dan bisa makan-makan bersama lagi dalam ”gratisan”, di manapun dan kapanpun yang namanya ”gratisan” itu nikmat,............... !!!!!!

Saturday, May 1, 2010

Kayu Bakar

Iseng-iseng cari bacaan, eh tak taunya dapet majalah khusus buat anak “ADZKIA” Edisi 10 maret 2007 (nah, lama juga kan,……. 2007 aku masih kuliah semester 6).


Dalam kolom “Mutiara Hadits hal. 7” berjudul “Menangis Yang Berpahala”.


Dari ceritanya yang notabene untuk kalangan anak kecil; simple dan mudah dipahami, tapi intinya euyyyy mantafff banget,………….. silahkan baca di bawah nie,…………. (Monggo kulo aturaken miyos critanipun),………..


Dua mata yang tak akan di sentuh api neraka, yakni mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang terjaga-jaga di saat jihad fii sabilillah.” (HR Tirmidzi).


Anak yang sering menangis pasti dijuluki cengeng. Itu jika ia menangis karena permintaannya tidak dituruti ayah, atau menangis karena sedikit terluka akibat jatuh. Menangis seperti itu memang cengeng, dan tidak berpahala.


Nah, ternyata ada menangis yang berpahala, dan bisa menghindarkan kita dari neraka, yaitu menangis karena takut kepada Allah. Takut jika Allah akan memasukkan kita ke dalam neraka.


Ada kisah yang menarik tentang hal ini.


Ada seorang anak sedang berwudhlu di sungai sambil menagis. Lalu datanglah orang yang telah lanjut usia dan menyapanya, “Mengapa kamu menangis, Nak?”


Si anak menjawab, “Saya takut dimasukkan ke dalam neraka.”


Orang tua itu berkata, ”Jangan takut, anak kecil tidak akan masuk neraka!”


Tapi sang anak tetap menangis dan berkata, ”Wahai kakek, tidakkah Anda melihat, seseorang yang ingin memasak dengan kayu bakar, bukankah ranting-ranting kecil dahulu yang dibakar, lalu baru kayu yang besar? Saya takut kalau di masukkan ke neraka lebih dahulu dari yang tua-tua.”


Mendengar alasan si anak, orang tua itupun menangis dan berkata, ”Anak kecil ini lebih takut kepada Allah dari pada diriku.”



Nah, itu ceritanya, bagaimana dengan kita, masak kalah dengan anak kecil itu, yang sudah mampu berpikir jernih akan suatu hari akhir nanti; neraka dan surga dengan perumpamaan sebatang kayu bakar untuk menanak nasi harus rantingnya dulu baru kemudian batangnya yang tua.



Wednesday, February 10, 2010

MODEL ORANG GAGAL



Sedang iseng-iseng punya waktu luang aku sempatkan baca buku karya dari An. Ubaedy berjudul "BERPIKIR POSITIF (AGAR ANDA TETAP PEDE MENGHADAPI HIDUP), 2007" ada sebuah materi yang layak untuk di posting di Blog ini, berikut adalah salah satu kutipannya; 
------------------------------------

Jika orang sukses memiliki kebiasaan sukses, maka begitu pula orang gagal. Dr. Susan lark dan Paul Scheele menemukan sejumlah indikator yang mereka sebut dengan istilah failure Model dan Succes Model (Model orang berprestasi dan model orang gagal). Diantara model orang gagal yang mereka temukan antara lain:

1.      Ketika orang yang kita kenal itu dimana-mana jenis dan tipenya sama atau tidak jauh berbeda atau ketika kita melakukan kesalahan yang sama atau serupa dengan orang-orang yang kita kenal, pasangan, relasi, atau mitra.

2.      Ketika kita membeli, diberi, atau memiliki buku tetapi tidak pernah kita baca.

3.      Ketika kita sudah menekuni pekerjaan tertentu selama kurang lebih dua tahun tetapi yang kita pikirkan hanyalah khayalan untuk maju (tidak ada usaha yang kongkrit untuk maju).

4.      Ketika kita selalu berpikir untuk pindah pekerjaan tetapi kenyataannya selama tiga tahun ini kita masih berada di pekerjaan yang sama. Pindahlah kalau memang pindah itu sudah anda pikirkan secara matang. Jangan samapai anda berpikir selalu ingin pindah namun tak ada perbaikan yang anda mulai dan andapun tidak pindah-pindah.

5.      Ketika kita sering ikut seminar, peatihan, tambahan pendidikan dan sebagainya, tetapi prakteknya kita tidak menggunakan apa yang kita dapatkan. Akhirnya gelar, ijazah, dan sertifikat kita jauh lebih besar dari keahlian dan kemampuan kita.

6.      Ketika kita selalu menambah kebutuhan atau kita biarkan kebutuhan itubertambah sendiri tetapi tidak kita iringi dengan kesadaran untuk menambah keahlian atau kemampuan.

7.      Ketika rumah, kamar mandi, file kerja kita berantakan karena tidak terurus.


 (dikutip dari naskah Dr. Susan Clark dan Paul Scheele, 2005)

Tuesday, December 1, 2009

Alasan Pengemis

Seorang pengemis sedang memasak makananya di tepi jalan. Dia berusia sekitar empat puluh tahun dan ada seorang anak laki-laki berumur sekitar tujuh atau delapan tahun disisinya.

“Kamu seorang yang sehat. Kenapa kamu tidak mencari pekerjaan dari pada mengemis di jalan?” Tanya seseorang kepadanya.

“Itu karena Ibuku,” jawab pengemis itu.

“Kenapa?”

“Saya berasal dari keluarga kaya. Ayahku meninggal di usia yang sangat muda. Ketika saya masih kecil, kakekku memaksaku untuk belajar dan mempelajari beberapa kemampuan yang ber guna. Tetapi ibuku memanjakanku. Dia melarangku untuk belajar bekerja keras. Apapun yang saya inginkan, dia akan memberikanya sampai saya benar-benar puas. Pada akhirnya, pengetahuan saya sangat sedikit. Saya terjerumus dalam pergaulan yang buruk dan menghambur-hamburkan uangku. Istriku menceraikanku, meninggalkan anaknya. Tentunya saja saya ingin sebuah pekerjaan, tetapi saya tidak mempunyai pengetahuan dan tidak mempunyai keahlian. Siapa yang mau memperkerjakanku? Yang saya dapat lakukan adalah mengemis. Bukankah semua itu salah ibuku?”


Komentar: Bagaimanapun juga menyalahkan ibu, meskipun dengan berbagai bukti, tetap tidak menyelesaikan masalah; kamu tidak pernah terlalu tua untuk belajar. Konfusius berkata bahwa kesalahan yang sesungguhnya adalah berbuat salah dan tidak mau memperbaikinya.
click here to download

Translate

Thanks for your donate

MY POPULAR POSTS

 

THE BEST BLOGGER

Mari Berbagi Kata dan Laporkan jika ada Error link